Tampilkan postingan dengan label australia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label australia. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Januari 2014
Presiden Resmi Tarik Dubes RI dari Australia

"Bapak Presiden mengikuti isu penyadapan ini. Kita tahu bahwa sejak kemarin diberitakan oleh media massa ada informasi terkini yang kami dengar, tentang penyadapan dalam hal ini dari pihak Australia, yang menyadap beberapa telfon dari pejabat Indonesia, dan ini telah diketahui oleh Presiden," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Bina Graha, Jakarta, Selasa (19/11/2013).
Menurut Julian, SBY telah menarik duta besar Indonesia untuk Australia dan mengambil langkah-langkah selanjutnya.
"Beliau (SBY) segera memerintahkan Menlu untuk segera untuk melakukan langkah-langkah lebih lanjut. Meminta penjelasan resmi dari mereka, dari pihak Australia terkait hal ini. Dan sebagaimana juga telah diketahui bahwa Menlu atas arahan Presiden telah memanggil pulang dubes kita di Australia, Dubes RI di Australia pada tanggal 18 November," terangnya.
Pemulangan duta besar Indonesia tersebut sebagai sikap keras kepada Australia.
"Sebagai sikap kita, ketegasan kita, dari apa yang kita dengar dari berita-berita tersebut," pungkasnya.
Seperti diketahui, aksi penyadapan Australia membuat pemerintah geram. Menteri Luar Negeri Marty Natalegwa menyatakan, menarik Duta Besar Indonesia untuk Australia.
Australia melakukan penyadapan melalui kedutaannya di Negara-Negara Asia. Selain Indonesia, negara yang menjadi korban Australia antara lain Malaysia dan Filipina.
Jumat, 29 November 2013
Balas Spionase Australia Hacker RI Retas 170 Website
![]() |
| Ilustrasi Hacker Indonesia |
"Ratusan website Australia diserang demi membalas #OpAustralia oleh para hacker Indonesia,” kata kelompok tersebut dalam lama Twitter mereka, Senin (4/11).
Mereka membuat daftar website yang diretas, nampaknya sebagian besar milik perusahaan-perusahaan kecil dengan domain .au.
Tulisan yang muncul di website korban adalah "Stop Spying on Indonesia" di bawah bendera Indonesia dengan gambar hitam wajah Guy Fawkes, yang memang selalu dipakai oleh kelompok anonym internasional.
Website yang menjadi sasaran dipilih secara acak, termasuk macam-macam bisnis dari katering, laundry sampai persewaan kastil.
Hubungan Indonesia-Australia memanas menyusul adanya laporan pekan lalu bahwa misi diplomatik Australia terlibat dalam jaringan mata-mata Amerika Serikat.
Kantor-kantor kedutaan dan konsulat Australia di Indonesia, China dan berbagai negara lain dikabarkan telah dimanfaatkan untuk memonitor telepon dan mengumpulkan data, sehingga Jakarta dan Beijing menuntut klarifikasi Australia.
Suratkabar Inggris The Guardian memberitakan bocoran data oleh Edward Snowden yang menyebutkan bahwa Australia dan AS bekerja sama melakukan operasi mata-mata pada konferensi PBB tentang iklim di Bali pada 2007.
Langganan:
Postingan (Atom)
