Tampilkan postingan dengan label tertinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tertinggi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Desember 2013
Jembatan Gantung Tertinggi di Dunia
Presiden Meksiko Felipe Calderon meresmikan jembatan gantung tertinggi di dunia yang dinamakan Jembatan Baluarte. Jembatan ini membentang di atas jurang di pegunungan Sierra Madre yang memiliki kedalaman 403 meter.
Jembatan ini akan menjadi bagian dari jalan lintas baru yang memotong jarak antara Mazatlan di Pantai Pasifik ke Durango di pedalaman Meksiko. Sedemikian tingginya jembatan ini, sehingga Menara Eiffel pas berada di bawah bentangannya.
"Proyek ini akan menyatukan rakyat di sebelah utara Meksiko tak seperti sebelumnya," kata Presiden Calderon dalam upacara peresmian pada Kamis 5 Januari 2012 itu.
Peresmian ini kemudian diiringi anugerah Rekor Dunia Guinness yang diserahkan langsung pada Calderon. Jembatan ini resmi mengalahkan pemegang rekor sebelumnya, Jembatan Millau Viaduct di Prancis.
Jembatan sepanjang 1,124 kilometer ini merupakan bagian dari perayaan 200 tahun kemerdekaan Meksiko dari Spanyol. Jalan lintas baru ini baru rencana dioperasikan tahun ini juga, yang diharapkan bisa mendorong pariwisata dan perdagangan di kawasan itu.
Sebelum ada jalan ini, jalur penghubung Mazatlan-Durango dikenal sebagai jalan berliku-liku yang disebut sebagai "tulang punggung setan" yang menyiratkan kesulitannya.
Selain Baluarte, terdapat delapan jembatan lain yang memiliki ketinggian di atas 300 meter dan 60 terowongan. Berkat jalur baru ini, perjalanan antara dua kota ini diperkirakan tinggal menjadi 6 jam perjalanan darat. Lebih jauh, BBC melaporkan, jalur ini menjadi sebuah jalan lintas penghubung pantai Pasifik dan Atlantik.
sumber
Minggu, 24 November 2013
Istana Berlapis Emas dan Tertinggi Di Dunia
Istana Potala terletak di Bukit Merah di pusat kota Lhasa Daerah Otonom Tibet Tiongkok. Istana yang besar dan megah itu dibangun mengikuti topografi bukit dan dijuluki "mutiara di atap dunia". Istana Potala adalah karya representatif arsitektur etnis Tibet yang cemerlang, juga salah satu bangunan zaman kuno yang paling terkenal di Tiongkok.
Foto: Istana Merah adalah bagian utama Istana Potala
Istana Potala adalah tempat kegiatan politik, agama dan tempat tinggal Dalai Lama Tibet dari masa ke masa. Istana tersebut juga merupakan bangunan bertingkat paling besar yang ada di Tibet sekarang ini. Menurut catatan dokumen, Istana Potala mulai dibangun pada masa berkuasanya Songtsan Gambo Dinasti Tibet abad ke-7 Masehi, merupakan pusat politik masa itu. Istana Potala pada waktu itu disebut sebagai Istana Bukit Merah.
Skalanya sangat besar dengan dilingkari tiga lapis pagar tembok. Di dalam istana itu terdapat seribu balairung. Pada abad ke-9, Dinasti Tibet tercerai berai dan Tibet terjurumus dalam kekacauan perang selama waktu panjang. Istana Bukit Merah pun berangsur-angsur terbengkalai.
Pada tahun 1645, Istana Potala dibangun kembali oleh Dalai Lama Ke-5. Proyek utama pembangunan kembali istana itu memakan waktu kira-kira 50 tahun. Kemudian, pembangunan dilanjutkan dengan memakan waktu 300 tahun. Istana Potala yang bertingkat 13 tingginya 110 meter, merupakan struktur batu dan kayu. Tembok istana terbuat dari batu granit, yang paling tebal mencapai 5 meter. Dasar tembok berisi mencapai lapisan batu, di dalam tembok luar diisi cairan besi untuk meningkatkan keutuhan seluruh bangunan dan daya tahan terhadap gempa bumi, sedang di atasnya dilengkapi hiasan terbuat dari emas untuk penangkal petir.
Selama ratusan tahun ini, Istana Potala telah mengalami berkali-kali sambaran petir dan gempa bumi, tapi bangunan itu tetap berdiri kukuh. Istana Potala terutama terdiri dari Istana Putih di bagian timur sebagai tempat tinggal Dalai Lama, Istana Merah di bagian tengah yang merupakan balairung pemujaan Buddha dan pagoda persemayaman arwah Dalai Lama serta rumah biksu berwarna putih di bagian barat.
Di depan Istana Merah terdapat sebuah tembok putih yang tinggi, tempat menggantungkan permadani besar bergambar Buddha pada hari raya agama. Walaupun bangunan-bangunan di Istana Potala dibangun pada masa yang berbeda, namun seluruh bangunan istana tampak sangat megah dan selaras karena dengan cerdik memanfaatkan topografi bukit, sehingga mencapai taraf sangat tinggi dalam estetika seni bangunan.
Istana Merah adalah bagian utama Istana Potala, di mana terdapat balai pagoda arwah Dalai Lama berbagai zaman dan berbagai ruang pemujaan Buddha. Di antaranya, yang paling indah adalah balai pagoda arwah Dalai Lama V Losan Jiacuo. Tinggi pagoda 15 meter. Dasarnya berbentuk persegi dan atapnya bundar. Jenazah Dalai Lama V disimpan dalam pagoda tersebut setelah diawetkan dengan bahan pewangi dan bahan-bahan lain.
Pagoda itu dilapisi emas sebanyak 3724 kilogram dan bertatahkan lebih dari 15 ribu intan, zamrud, mutiara, giok dan batu akik yang mahal. Pada alas pagoda diletakkan berbagai alat untuk upacara sembahyang. Balairung Barat adalah ruang pagoda arwah Dalai Lama V, merupakan balairung yang terbesar di Istana Merah, di dalamnya terdapat 48 tiang kayu yang besar setinggi 6 meter. Di Balairung Barat itu terdapat patung-patung Buddha, serta binatang-binatang seperti singa dan gajah yang terbuat dari kayu. Istana Potala pada tahun 1994 dicantumkan dalam Daftar Warisan
Alam dan Kebudayaan Dunia UNESCO.
Baca Juga Ternyata Air Terjun Niagara Pernah Beku Tahun 1911
ReadFull Article ..

Istana Potala adalah tempat kegiatan politik, agama dan tempat tinggal Dalai Lama Tibet dari masa ke masa. Istana tersebut juga merupakan bangunan bertingkat paling besar yang ada di Tibet sekarang ini. Menurut catatan dokumen, Istana Potala mulai dibangun pada masa berkuasanya Songtsan Gambo Dinasti Tibet abad ke-7 Masehi, merupakan pusat politik masa itu. Istana Potala pada waktu itu disebut sebagai Istana Bukit Merah.
Skalanya sangat besar dengan dilingkari tiga lapis pagar tembok. Di dalam istana itu terdapat seribu balairung. Pada abad ke-9, Dinasti Tibet tercerai berai dan Tibet terjurumus dalam kekacauan perang selama waktu panjang. Istana Bukit Merah pun berangsur-angsur terbengkalai.
Pada tahun 1645, Istana Potala dibangun kembali oleh Dalai Lama Ke-5. Proyek utama pembangunan kembali istana itu memakan waktu kira-kira 50 tahun. Kemudian, pembangunan dilanjutkan dengan memakan waktu 300 tahun. Istana Potala yang bertingkat 13 tingginya 110 meter, merupakan struktur batu dan kayu. Tembok istana terbuat dari batu granit, yang paling tebal mencapai 5 meter. Dasar tembok berisi mencapai lapisan batu, di dalam tembok luar diisi cairan besi untuk meningkatkan keutuhan seluruh bangunan dan daya tahan terhadap gempa bumi, sedang di atasnya dilengkapi hiasan terbuat dari emas untuk penangkal petir.
Selama ratusan tahun ini, Istana Potala telah mengalami berkali-kali sambaran petir dan gempa bumi, tapi bangunan itu tetap berdiri kukuh. Istana Potala terutama terdiri dari Istana Putih di bagian timur sebagai tempat tinggal Dalai Lama, Istana Merah di bagian tengah yang merupakan balairung pemujaan Buddha dan pagoda persemayaman arwah Dalai Lama serta rumah biksu berwarna putih di bagian barat.
Di depan Istana Merah terdapat sebuah tembok putih yang tinggi, tempat menggantungkan permadani besar bergambar Buddha pada hari raya agama. Walaupun bangunan-bangunan di Istana Potala dibangun pada masa yang berbeda, namun seluruh bangunan istana tampak sangat megah dan selaras karena dengan cerdik memanfaatkan topografi bukit, sehingga mencapai taraf sangat tinggi dalam estetika seni bangunan.
Istana Merah adalah bagian utama Istana Potala, di mana terdapat balai pagoda arwah Dalai Lama berbagai zaman dan berbagai ruang pemujaan Buddha. Di antaranya, yang paling indah adalah balai pagoda arwah Dalai Lama V Losan Jiacuo. Tinggi pagoda 15 meter. Dasarnya berbentuk persegi dan atapnya bundar. Jenazah Dalai Lama V disimpan dalam pagoda tersebut setelah diawetkan dengan bahan pewangi dan bahan-bahan lain.
Pagoda itu dilapisi emas sebanyak 3724 kilogram dan bertatahkan lebih dari 15 ribu intan, zamrud, mutiara, giok dan batu akik yang mahal. Pada alas pagoda diletakkan berbagai alat untuk upacara sembahyang. Balairung Barat adalah ruang pagoda arwah Dalai Lama V, merupakan balairung yang terbesar di Istana Merah, di dalamnya terdapat 48 tiang kayu yang besar setinggi 6 meter. Di Balairung Barat itu terdapat patung-patung Buddha, serta binatang-binatang seperti singa dan gajah yang terbuat dari kayu. Istana Potala pada tahun 1994 dicantumkan dalam Daftar Warisan
Alam dan Kebudayaan Dunia UNESCO.
Baca Juga Ternyata Air Terjun Niagara Pernah Beku Tahun 1911
Langganan:
Postingan (Atom)